TIPS dan TRIK
Penjelasan tentang :
1. Jenis danTips Membuat Bivak
cara membuat tenda darurat
Tenda darurat ini biasanya nama nya bivak , bisa terbuat dari terpal/plastik dan dedaunan yang di susun sedemikan rupa.
beberapa jenis serta kelebihan dan kekurangannya.
·
Bivak rangka A
Bivak model ini sangat sederhana dan hanya memerlukan satu dahan panjang sebagai dasar, dengan dahan-dahan lebih kecil sebagai “penutup”. Kita harus menemukan dahan panjang yang cukup tebal dan lebih panjang dibandingkan tinggi tubuh sendiri. Sandarkan salah satu ujungnya pada tunggul kayu mati sebagai rangka dasar. Temukan dahan-dahan yang lebih kecil dan sandarkan di setiap sisi dahan panjang hingga membentuk “atap”.
Bivak ini cukup cepat dibuat dan praktis. kita bahkan tidak perlu
mengikat dahan-dahannya jika memang tidak ada pengikatnya. Akan tetapi, bivak
ini hanya cukup untuk satu orang, dan kurang hangat karena tidak bisa
memerangkap panas dari api unggun secara efektif.
·
Bivak model teepee
Bivak mdoel teepee (rumah kerucut ala suku Indian) bisa dibuat dengan ukuran lebih besar, tetapi itu berarti Sobat harus menemukan dahan-dahan yang cukup panjang dan kokoh. Caranya, temukan atau patahkan beberapa dahan panjang yang kaku sebagai rangka dasar. Susun mereka sehingga berbentuk mirip kerucut, lalu ikat ujung bagian atasnya dengan tali. Jika tidak ada tali, sandarkan batang-batang tersebut di sebatang pohon besar.
Setelah rangka jadi, tambahkan terus dahan panjang hingga seluruh
bagian bivak tertutup. Sobat bisa menambahkan dahan-dahan berdaun lebat untuk
menutupi sela-selanya. Jangan lupa mengibas-ngibaskan dahan yang berdaun
sebelum menutupi bivak untuk menjatuhkan ular atau serangga yang mungkin
bersembunyi. Bivak ini besar dan cukup tertutup, tetapi mudah runtuh jika tidak
diikat dan ada angin keras.
·
Bivak setengah terbuka
Bivak ini bentuknya mirip separuh atap, dengan bagian depan yang terbuka. Sobat Akasaka bisa membangunnya di antara dua pohon yang berjarak sekitar dua hingga tiga meter. Caranya, temukan sebatang dahan agak tebal yang panjangnya sedikit melebihi jarak antara kedua pohon. Ikat secara vertikal di antara kedua pohon tersebut. Sandarkan dahan-dahan di salah satu sisinya hingga rapat, sehingga membentuk separuh atap.
Bivak ini cocok untuk tempat berteduh sementara, tetapi cocok
untuk malam yang cukup dingin. Jika Sobat membuat api unggun di depannya, panas
dari api akan memantul di “dinding” bivak, sehingga terasa lebih hangat. Sobat
bisa menambah dahan di bagian samping bivak untuk berlindung dari angin.
Tips Membangun Bivak
Ada beberapa tips yang harus diikuti agar bivak Sobat memberi
perlindungan cukup baik, yaitu:
·
Pastikan sudutnya minimal
45 derajat
Jika Sobat Akasaka ingin berlindung dari hujan, bentuk menyudut
ini akan mengalirkan sebagian besar air secara maksimal, sehingga tidak
menumpuk.
·
Buat struktur dasarnya kuat
Tidak peduli sekuat apapun bivak tersebut, rangka dasar yang lemah
akan membuatnya percuma. Gunakan tali atau sulur tanaman untuk mengikat dan
mengamankannya jika memungkinkan.
·
Lihat keadaan sekitar
sebelum membangun
Saat hendak membangun bivak, pastikan Sobat Akasaka tidak berada
di dekat bangkai hewan, kotoran, atau area lembah yang rawan longsor. Hindari
juga membuat bivak terlalu dekat dengan sungai, karena area seperti ini
biasanya banyak didatangi hewan liar.
- Air hujan: tampung air
hujan yang turun pada wadah, lalu minum.
- Salju: kumpulkan salju
atau es pada wadah tertutup, lalu gunakan api atau sinar matahari untuk
mencairkannya . Usahakan tidak memakan salju secara langsung, sebab energi
tubuh dapat keluar lebih banyak.
- Air tanah: salah satu
cara menemukan sumber air ialah dengan menggali tanah. Agar lebih mudah, cari
tanaman seperti ekor kucing atau pohon kapas, lalu gali di sekitarnya. Dua
tumbuhan tersebut biasanya mencirikan adanya sumber air tanah.
- Tanaman tertentu:
beberapa tanaman seperti kaktus dan rumput menyimpan air di dalamnya. Remas
batang tanaman tersebut untuk mengeluarkan airnya.
3. Cara membuat Perapian
-Susun kayu berukuran
besar membentuk lingkaran untuk menahan angin.
-Buatlah kerangka
berbentuk limasan di dalamnya. Caranya, berdirikan balok kayu sebagai penyangga
di tengah, lalu susun kayu berukuran sedang di sekitarnya. Susun hingga rapat,
namun sisakan lubang untuk memasukkan sumbu.
-Masukkan sumbu ke dalam
limasan, lalu nyalakan dengan korek api.
-Saat api kecil sudah
menyala, tiup sedikit demi sedikit hingga nyala api sudah agak membesar. Lalu,
masukkan lebih banyak ranting atau rumput kering sebagai bahan bakar tambahan.
-Bila korek api tidak ada,
gunakan kaca, lensa kamera. Fokuskan cahaya pada sumbu hingga percikan api
muncul. Setelah itu, lakukan langkah yang sama seperti tadi.
-Cari tongkat kayu yang
panjang dan lurus, dan usahakan kokoh serta tidak mudah patah
-Belah ujungnya menjadi dua atau tiga
-Jejalkan batu atau kayu
pipih di sela-sela belahannya hingga mantap
Komentar
Posting Komentar